MAHULU – Persoalan jaringan telekomunikasi menjadi aspirasi paling mendesak yang disampaikan masyarakat Kecamatan Long Apari kepada anggota DPRD Mahakam Ulu (Mahulu) saat pelaksanaan reses.
Selama hampir tiga bulan terakhir, jaringan komunikasi disebut tidak berfungsi normal sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan hanya bergantung pada layanan Wi-Fi.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Mahakam Ulu usai melaksanakan reses di sejumlah kampung di Kecamatan Long Apari, yakni Kampung Long Penaneh II, Long Kerioq, Long Mahan, dan Long Mohuang.
Menurutnya, berbagai persoalan memang disampaikan masyarakat, namun gangguan jaringan telekomunikasi menjadi keluhan yang paling dominan.
“Saya baru saja kembali dari kegiatan reses. Kemarin saya mengambil titik reses khususnya di Kecamatan Long Apari, yakni di Kampung Long Penaneh II, Long Kerioq, Long Mahan, dan Long Mohuang. Dari berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, yang paling dominan saat ini adalah persoalan jaringan telekomunikasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut telah berlangsung hampir tiga bulan.
Dampaknya, masyarakat mengalami kesulitan berkomunikasi maupun mengakses layanan digital yang kini menjadi kebutuhan sehari-hari.
“Di Kecamatan Long Apari, sudah hampir tiga bulan jaringan tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, masyarakat hanya mengandalkan layanan Wi-Fi untuk berkomunikasi. Ini menjadi persoalan yang sangat mendesak,” jelasnya.
Selain persoalan telekomunikasi, warga juga menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), serta tingginya harga kebutuhan pokok yang masih menjadi tantangan di wilayah perbatasan tersebut.
Meski demikian, pembangunan jalan dinilai tetap menjadi prioritas utama karena akan membuka akses distribusi barang dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Selain itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan infrastruktur, kelangkaan BBM, serta tingginya harga sembako. Namun, prioritas utama yang mereka harapkan adalah pembangunan infrastruktur jalan. Jalan dari Long Bagun telah tersambung hingga Kampung Long Pakaq Baru,” jelasnya.
Ia berharap berbagai aspirasi hasil reses tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait, terutama percepatan pemulihan jaringan telekomunikasi dan pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai menjadi kunci peningkatan pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Long Apari. (*)








