MAHULU – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat pembangunan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan ibu kota baru yang inklusif, berkelanjutan, dan berkarakter Indonesia.
Salah satu upayanya dilakukan melalui Pelatihan Tari Harmoni Nusantara bagi pelajar jenjang sekolah menengah di wilayah delineasi IKN untuk menanamkan nilai-nilai budaya sekaligus mencetak regenerasi pelaku seni.
Program yang digelar Kedeputian Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat melalui Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif itu berlangsung selama Mei hingga Juni 2026.
Sebanyak 176 peserta didik dari 12 sekolah menengah, terdiri atas delapan SMP/MTs dan empat SMA/MA, mengikuti pelatihan yang menjadi tindak lanjut Workshop Kebudayaan Tari Nusantara Tahun 2025.
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari Program Gerakan Ekonomi Kreatif Masuk Sekolah (Gekrafmas) yang bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda di bidang ekonomi kreatif, khususnya subsektor seni pertunjukan.
“Program Gekrafmas ini bertujuan untuk membangun kapasitas dan kreativitas generasi muda melalui penguatan kompetensi di bidang ekonomi kreatif. Kami berharap para pelajar tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga mampu menjadi pelaku kreatif yang berdaya saing dan turut mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Ibu Kota Nusantara,” katanya.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menari.
Selama mengikuti kegiatan, peserta mempelajari teknik gerak, pola lantai, koreografi, penghayatan karakter, hingga penyajian Tari Harmoni Nusantara secara utuh.
Melalui proses tersebut, para pelajar juga diperkenalkan pada nilai-nilai persatuan dalam keberagaman, gotong royong, disiplin, kreativitas, dan penghargaan terhadap kekayaan budaya Indonesia.
“Koreografi Tari Harmoni Nusantara ini mengakomodir tarian khas dari seluruh Tanah Air, mulai dari Aceh sampai Papua semuanya ditampilkan dalam tarian ini. Jadi nanti setelah ikut pelatihan, kami akan coba memberikan ruang bagi peserta didik untuk menampilkan apa yang sudah mereka latih dengan pertunjukan tari kolosal,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme peserta didik menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis seni budaya mampu menjadi media efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.
Program ini juga mulai memberikan dampak nyata di sekolah melalui penguatan kegiatan ekstrakurikuler tari serta meningkatnya partisipasi siswa dalam aktivitas seni budaya.
“Ke depan, Otorita IKN akan terus mendorong keberlanjutan program melalui pembinaan di sekolah, penguatan jejaring dengan pelaku seni dan satuan pendidikan, serta penyediaan ruang-ruang ekspresi dan apresiasi budaya bagi generasi muda agar Tari Harmoni Nusantara terus berkembang sebagai bagian dari identitas budaya Ibu Kota Nusantara,” jelasnya.
Keberhasilan pelatihan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada investasi sumber daya manusia serta pelestarian kebudayaan.
Melalui regenerasi pelaku seni di lingkungan sekolah, Otorita IKN berharap Tari Harmoni Nusantara terus hidup sebagai media pembelajaran, ruang ekspresi budaya, sekaligus simbol persatuan yang tumbuh bersama perkembangan Ibu Kota Nusantara. (*)








