Alat Pengangkat Barang Karya Warga Mahulu Disiapkan Jadi Solusi Saat Banjir

MAHULU – Ancaman banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mahakam Ulu melahirkan inovasi sederhana yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebuah alat pengangkat barang hasil karya warga Kampung Mamahak Besar menjadi salah satu teknologi tepat guna yang diproyeksikan membantu warga menyelamatkan harta benda ketika air mulai menggenangi permukiman.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari produk yang diperkenalkan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Ke-XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mengatakan Mahakam Ulu membawa beberapa inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat di lapangan.

Selain alat pencacah pakan ternak, daerahnya juga memperkenalkan alat pengangkat barang yang dikembangkan oleh masyarakat Kampung Mamahak Besar.

“Tahun ini Mahakam Ulu membawa beberapa inovasi. Pertama, alat pencacah pakan, kemudian alat dongkrak atau alat pengangkat barang. Alat tersebut merupakan inovasi dari Kampung Mamahak Besar. Saat berkunjung ke sana beberapa waktu lalu, saya sempat mendapat penjelasan dari Kepala Kampung mengenai alat tersebut. Karena ukurannya cukup besar, alat itu belum sempat dibawa bersamaan ke lokasi pameran,” katanya, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari kondisi geografis Mahakam Ulu yang kerap menghadapi banjir musiman.

Karena itu, teknologi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kreativitas, tetapi juga harus mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

“Fungsi alat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Mahakam Ulu yang merupakan daerah rawan banjir. Ketika banjir terjadi, alat tersebut dapat digunakan untuk mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan alat tersebut akan sangat membantu warga, terutama ketika banjir datang secara tiba-tiba dan tidak semua anggota keluarga berada di rumah.

Dengan mekanisme kerja yang sederhana, alat itu diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat.

“Terutama bagi ibu-ibu yang sedang berada di rumah ketika suaminya bekerja di luar daerah, alat ini tentu sangat membantu. Inovasi seperti ini lahir dari kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” jelasnya.

Meski demikian, masih banyak produk unggulan dari kampung-kampung lain yang belum sempat dibawa ke ajang tersebut karena keterbatasan persiapan.

“Selain inovasi teknologi, kami juga membawa berbagai produk UMKM. Sebagian besar berasal dari Kampung Mamahak Besar, meskipun sebenarnya masih ada produk dari kampung lain yang belum sempat ikut dipamerkan. Harapan kami, berbagai produk ini dapat semakin memperkenalkan Mahakam Ulu kepada masyarakat luas,” ucapnya.

Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Produk-produk lokal yang memiliki nilai tambah diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, terutama bagi kelompok perempuan dan pelaku usaha rumahan.

“Melalui pengembangan UMKM, kami juga berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, sehingga mereka memiliki tambahan penghasilan,” tuturnya.

Di sisi lain, ia menilai pemanfaatan teknologi tepat guna di Mahakam Ulu masih memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang.

Pemerintah daerah berkomitmen mendorong lahirnya inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melanjutkan berbagai program yang pernah dirintis sebelumnya. “Pemanfaatan teknologi tepat guna di Mahakam Ulu memang masih terus berkembang. Kami berharap berbagai inovasi ini dapat dimanfaatkan lebih luas ke depannya. Sebelumnya kami juga pernah mengembangkan pemanfaatan limbah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Namun karena ketersediaan bahan bakunya terbatas, pengembangannya belum dapat dilakukan dalam skala besar,” imbuhnya.

Keikutsertaan Mahakam Ulu dalam Gelar TTG Ke-XII menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun jejaring antardaerah.

Melalui perpaduan inovasi teknologi dan pengembangan UMKM, pemerintah berharap produk-produk lokal tidak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Timur. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60