Bupati Mahulu Minta Kinerja Pemda Tak Berhenti di Atas Kertas, Anggaran Minimal Harus Tetap Berdampak

MAHULU – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan meminta penyusunan Pohon Kinerja (POKIN) tidak sekadar menjadi rutinitas administrasi pemerintahan.

Ia ingin setiap program pembangunan yang dirancang pemerintah daerah benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Sosialisasi dan Pendampingan Manajemen Kinerja Pemerintah Daerah yang digelar Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Mahulu bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut membahas penyusunan POKIN sebagai instrumen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus memastikan program pembangunan daerah tetap sejalan dengan visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD.

Ia mengatakan, POKIN harus mampu menjadi instrumen untuk membangun kedisiplinan sekaligus memastikan arah kerja pemerintah dapat diukur.

“Saya rasa kegiatan di Pohon Kinerja ini mirip dengan presensi yang sudah dibuat. Kenapa saya bilang mirip? Pertama, yang jelas yang ingin kita capai untuk meningkatkan kedisiplinan,” katanya.

Menurut dia, visi dan misi yang telah dituangkan dalam RPJMD harus diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang jelas.

Karena itu, perangkat daerah diminta tidak menjadikan persoalan anggaran sebagai alasan untuk tidak menjalankan program yang memberikan manfaat.

“Karena itu, saya berharap besar dari penjabaran RPJMD, visi dan misi yang saya tuangkan. Bukan masalah bagaimana anggaran. Anggaran kita sediakan, silakan dilaksanakan,” ucapnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus mampu mencari cara agar sumber daya yang terbatas tetap menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ia menilai setiap program perlu mempertimbangkan efektivitas, kebutuhan masyarakat, serta potensi yang dimiliki Mahulu.

“Saya selalu mengatakan satu, saat ini yang kita butuhkan, dengan anggaran yang minimal, apa yang bisa kita berikan untuk masyarakat kita? Apa yang bisa kita buat dan apa manfaatnya?” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Mahulu Yohanes Andi Abeh menjelaskan, sosialisasi dan pendampingan tersebut difokuskan pada penyusunan POKIN dan Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah.

Menurut dia, proses penyusunan telah dilakukan sejak tahap awal. Namun, pendampingan tetap diperlukan agar dokumen perencanaan dan kinerja perangkat daerah dapat diselesaikan secara optimal.

“Proses penyusunan telah berjalan mulai dari tahap awal hingga sosialisasi kepada perangkat daerah. Namun, masih diperlukan pendampingan secara intensif untuk memastikan proses penyelesaian berjalan optimal, khususnya dalam penyusunan Renstra,” jelasnya.

Pendampingan bersama UNESA tersebut diharapkan memperkuat keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan program, indikator kinerja, hingga pencapaian target pembangunan daerah.

Dengan demikian, penyusunan kinerja tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi dasar bagi perangkat daerah dalam menjalankan program sesuai arah kebijakan RPJMD Kabupaten Mahulu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Mahulu Dr. Stephanus Madang,Kepala Bappelitbangda Mahulu Yohanes Andi Abeh, tim UNESA, serta jajaran Bappelitbangda Kabupaten Mahulu. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60