Pengedar Sabu di Mahulu Makin Canggih, Gunakan Titik Lokasi Digital dan Kunci Fingerprint

MAHULU – Peredaran narkotika di Kabupaten Mahakam Ulu terus berkembang dengan berbagai modus baru.

Tidak lagi sekadar berpindah tangan secara langsung, para pelaku kini diduga memanfaatkan teknologi digital, mulai dari berbagi titik lokasi melalui Google Maps hingga menggunakan sistem keamanan sidik jari untuk menyulitkan aparat saat melakukan penindakan.

Wakapolres Mahulu, Kompol Djoko Purwanto, mengatakan hasil pengungkapan selama Operasi Antik Mahakam 2026 menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkotika mulai menerapkan cara-cara yang lebih modern untuk menghindari deteksi petugas.

“Ada yang menggunakan Google Maps. Mereka mengirim titik lokasi barang, jadi caranya sudah cukup canggih,” katanta dalam konferensi pers di Mapolres Mahulu, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, teknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam proses distribusi barang.

Saat petugas melakukan penggerebekan terhadap target operasi di Kampung Mamahak Besar (Mambes), aparat juga menemukan sistem pengamanan yang tidak biasa.

Djoko mengungkapkan bahwa pintu kamar pelaku telah menggunakan sistem sidik jari (fingerprint), sehingga menunjukkan adanya upaya untuk meningkatkan keamanan penyimpanan barang maupun membatasi akses ke lokasi.

“Waktu kami melakukan penindakan di Mambes, pintu kamar pelaku bahkan sudah menggunakan sistem sidik jari (fingerprint),” ucapnya.

Hasil pemetaan kepolisian juga menunjukkan bahwa Kampung Mamahak Besar masih menjadi salah satu wilayah yang paling rawan terhadap peredaran narkotika di Mahakam Ulu.

Aktivitas jaringan tidak hanya terpusat di kawasan permukiman, tetapi juga bergerak menuju wilayah perkebunan kelapa sawit.

Djoko menjelaskan, target operasi yang berhasil diamankan beberapa waktu lalu memang telah lama masuk dalam daftar pencarian aparat.

“Wilayah Mambes masih menjadi yang paling rawan. Selain beroperasi di Mambes, jaringan mereka juga bergerak ke wilayah perkebunan sawit. Target operasi yang kami tangkap kemarin memang sudah lama menjadi target pencarian kami. Syukurlah akhirnya berhasil diamankan dengan barang bukti sabu yang cukup banyak,” tuturnya.

Selain melakukan penindakan, Polres Mahulu menilai pemberantasan narkotika harus dilakukan melalui langkah pencegahan.

Karena itu, kepolisian terus menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada pelajar dan masyarakat di berbagai kampung.

“Selain melakukan penindakan atau represif, kami juga aktif melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan kampung-kampung,” ujarnya.

Melalui kombinasi penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat, Polres Mahulu berharap ruang gerak jaringan narkotika dapat semakin dipersempit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba di wilayah Mahakam Ulu. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60