MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor kesehatan dan lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Self Assessment (Penilaian Mandiri) Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Sosialisasi, dan Advokasi Desa Sehat Iklim (DEKSI) Tahun 2026 di Ruang Serba Guna Bappelitbangda Mahulu, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, drg. Agustinus Teguh Santoso, yang mewakili Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan lingkungan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I, drg. Agustinus Teguh Santoso, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor kesehatan dan lingkungan. Kesehatan menjadi pilar utama yang tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari capaian kolektif antara kualitas lingkungan, perilaku hidup, serta sistem pelayanan yang terintegrasi,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan Self Assessment KKS dan program DEKSI harus menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, sekaligus meningkatkan kualitas data sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah kampung dan masyarakat sebagai ujung tombak dalam menjaga kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.
“Upaya ini harus diarahkan pada penguatan sinergi lintas perangkat daerah, peningkatan kualitas data sebagai dasar perencanaan yang akuntabel, serta pemberdayaan pemerintah desa dan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga lingkungan dan kesehatan,” ucapnya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi agar implementasi program Kabupaten/Kota Sehat dan Desa Sehat Iklim berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan harus mampu menghadirkan masyarakat yang sehat sekaligus tangguh menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
“Melalui upaya bersama, kita mampu mewujudkan Kabupaten Mahulu yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap perubahan lingkungan, serta mampu menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Charla Oktavia Senga, Tim Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Mahulu, Forum Kabupaten Sehat Mahulu, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para kepala puskesmas se-Kabupaten Mahulu.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Mahulu menargetkan implementasi program Kabupaten/Kota Sehat dan Desa Sehat Iklim semakin kuat sebagai fondasi pembangunan daerah yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan. (*)








