Wabup Mahulu Dampingi Wagub Kaltim Tinjau Perkembangan Pembangunan Jalan Darat Kutai Barat–Mahakam Ulu

Oplus_131072

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas wilayah perbatasan melalui percepatan pembangunan infrastruktur jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dengan Kabupaten Mahakam Ulu.

Dalam rangka memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, Wakil Bupati Mahakam Ulu turut mendampingi Wakil Gubernur Kalimantan Timur melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi terkini pembangunan ruas jalan strategis tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Ujoh Bilang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan provinsi dalam mengawasi pelaksanaan proyek yang memiliki peranan vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi kawasan pedalaman.

Pembangunan akses jalan darat Kutai Barat–Mahakam Ulu dinilai sebagai salah satu proyek prioritas, mengingat selama ini keterisolasian wilayah Mahakam Ulu masih menjadi tantangan utama dalam pemerataan pembangunan. Dengan tersedianya jalur transportasi darat yang memadai, diharapkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi dapat meningkat secara signifikan.

Selain itu, keberadaan infrastruktur jalan yang terintegrasi juga diyakini mampu mempercepat arus barang dan jasa antarwilayah, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor perdagangan, pariwisata, dan sumber daya lokal.

Pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan ruas jalan sepanjang kurang lebih 140 kilometer tersebut dapat terealisasi dalam beberapa tahun ke depan, sehingga konektivitas antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu dapat terwujud secara optimal.

Melalui sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, proyek pembangunan jalan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendorong percepatan pembangunan wilayah Mahakam Ulu yang selama ini masih tergolong daerah tertinggal dari sisi infrastruktur.

banner 300x250
banner 468x60