SENDAWAR – Penyakit jantung koroner masih menjadi kasus terbanyak yang ditangani di poli jantung RSUD HIS Kutai Barat.
Tingginya jumlah pasien dinilai erat kaitannya dengan pola hidup tidak sehat, terutama kebiasaan merokok yang masih sulit ditinggalkan.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Zainal Fathurohim, mengatakan jumlah pasien yang datang ke poli jantung setiap hari mencapai puluhan orang dan angka tersebut merupakan rata-rata kunjungan harian.
“Kalau dihitung dari rata-rata 60 pasien per hari, jumlah pasien dalam satu bulan tentu cukup banyak. Angka tersebut memang merupakan rata-rata kunjungan harian, bukan karena dibatasi. Data pastinya bisa dilihat melalui rekam medis rumah sakit. Itu pun baru pasien rawat jalan, belum termasuk pasien rawat inap,” katanya, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, penyakit jantung koroner menjadi jenis penyakit jantung yang paling sering ditemukan di Kutai Barat.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko yang sebagian besar berkaitan dengan gaya hidup masyarakat.
“Saat ini yang paling banyak adalah penyakit jantung koroner. Penyebab utamanya berkaitan dengan gaya hidup, seperti kadar kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, dan terutama kebiasaan merokok. Banyak pasien yang tidak mampu berhenti merokok, padahal itu merupakan salah satu faktor risiko terbesar penyakit jantung koroner. Selain meningkatkan risiko penyakit jantung, merokok juga dapat menyebabkan kanker paru dan berbagai penyakit lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar faktor risiko penyakit jantung koroner sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup, seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta mengendalikan kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.
Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kejadian penyakit jantung di masyarakat. (*)







