160 Anak PAUD Meriahkan Festival HAN 2026, Bunda PAUD Kutai Barat Ajak Semua Pihak Bangun Lingkungan Ramah Anak

SENDAWAR – Sebanyak 160 peserta dari satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di 16 kecamatan mengikuti Festival Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kutai Barat yang digelar di Panggung Utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Bunda PAUD Kabupaten Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, mengatakan festival tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga mampu meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Semoga melalui sukses terlaksananya kegiatan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap optimalisasi peran dan fungsi seluruh elemen masyarakat, terutama dalam peningkatan kasih sayang kepada anak dan sukses membangun masa depan anak Kutai Barat menuju daerah yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa anak merupakan aset sekaligus generasi penerus bangsa.

Karena itu, menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang terus mendukung berbagai program pemberdayaan anak, serta kepada panitia dan seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan festival.

“Anak adalah generasi penerus bangsa. Karena itu kita harus bersinergi dan bahu-membahu untuk mewujudkan lingkungan tumbuh kembang yang kondusif bagi mereka,” ujarnya.

Ketua Panitia Festival HAN 2026 yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Seriwahyuni, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah berlangsung sesuai jadwal dan petunjuk teknis yang ditetapkan.

Delapan cabang lomba yang dipertandingkan meliputi mewarnai, fashion show pakaian adat Nusantara, menyanyi, membaca puisi, menyusun puzzle, mendongeng, memindahkan bola, dan estafet bola.

“Festival Hari Anak Nasional Tahun 2026 jenjang PAUD ini diikuti perwakilan dari 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Barat dengan jumlah sekitar 160 peserta didik PAUD. Seluruh rangkaian perlombaan telah terlaksana sesuai jadwal dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Ia menjelaskan proses penilaian pada setiap cabang lomba dilakukan secara objektif, independen, dan profesional oleh dewan juri. Hasil penilaian tersebut kemudian diserahkan kepada panitia sebagai dasar penetapan para pemenang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Bank Kaltimtara sebagai sponsor, Pokja Bunda PAUD, HIMPAUDI, IGTKI, dewan juri, guru pendamping, orang tua, serta seluruh panitia yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

Menurutnya, Festival Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti sebagai ajang perlombaan semata, melainkan menjadi ruang bagi anak untuk bertumbuh dan mengembangkan kemampuan sejak dini.

“Kami berharap Festival Hari Anak Nasional ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian, kemampuan berekspresi, dan rasa percaya diri sejak dini. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan PAUD, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Kutai Barat yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta berbahagia,” ucapnya.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin mengajak seluruh masyarakat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan anak-anak Kutai Barat.

“Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’. Tema ini bukan sekadar slogan seremonial,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa tema tersebut mengandung tanggung jawab besar yang harus diwujudkan melalui langkah nyata oleh seluruh pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, tenaga pendidik, hingga masyarakat.

“Ini adalah panggilan nurani dan komitmen nyata bagi kita semua, baik pemerintah, orang tua, guru, maupun masyarakat, untuk memberikan ruang hidup yang aman dan penuh kasih sayang bagi aset terbesar bangsa ini,” imbuhnya.

Menurutnya, anak merupakan investasi jangka panjang bagi daerah dan bangsa. Karena itu, setiap kebijakan dan program pembangunan harus berpihak pada kepentingan terbaik anak agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ia berharap semangat Hari Anak Nasional tidak berhenti pada pelaksanaan festival semata, tetapi menjadi gerakan bersama yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.(*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60