SENDAWAR – Bunda PAUD Kabupaten Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, mengingatkan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi membawa tantangan baru yang semakin kompleks terhadap tumbuh kembang anak.
Ia mengatakan orang tua, dunia pendidikan, dan lingkungan sekitar harus saling memperkuat peran dalam membentuk karakter sekaligus menjaga anak dari berbagai ancaman, terutama di ruang digital.
“Tidak hanya itu, seluruh elemen harus saling menguatkan peran dan fungsinya, baik orang tua, lingkup akademis, maupun lingkungan sekitar,” katanya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi berbagai dampak negatif yang dapat memengaruhi perilaku anak.
Fenomena perundungan, kekerasan, hingga berbagai ancaman di media sosial menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Saat ini kita dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang cukup pelik. Kemajuan pesat teknologi tidak hanya memberi dampak positif, tetapi juga dampak negatif bagi anak-anak kita. Keterbukaan informasi dan kemudahan komunikasi melalui media sosial bahkan mendorong munculnya kekerasan, perundungan, dan berbagai ancaman lain di ruang digital,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tema Hari Anak Nasional tahun ini mengandung tiga pesan utama yang saling berkaitan untuk menjamin tumbuh kembang anak secara optimal.
“Yang pertama, sayang anak, yaitu mengasihi dan menghormati anak sebagai individu yang berharga melalui pengasuhan yang positif serta lingkungan yang aman. Kedua, lindungi, yaitu menjaga anak dari segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan ancaman di ruang digital,” ucapnya.
Ia menambahkan, pesan ketiga adalah membangun masa depan dengan mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Bangun masa depan mengajak kita semua untuk mempersiapkan anak-anak penerus bangsa menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas tahun 2045 mendatang,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional di Kutai Barat yang tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan berbagai perlombaan edukatif yang melibatkan anak-anak.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk mengembangkan potensi anak, mulai dari kemampuan berpikir, berkomunikasi, hingga mengekspresikan diri secara positif. (*)







