SENDAWAR – Bunda PAUD Kabupaten Kutai Barat, Maria Christina Mozes Edwin, meminta seluruh Bunda PAUD dan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) PAUD tingkat kecamatan untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
Menurutnya, keberhasilan program perlindungan dan pendidikan anak sangat bergantung pada kolaborasi hingga ke tingkat kecamatan.
Ia mengatakan para Bunda PAUD dan Ketua Pokja PAUD merupakan ujung tombak pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan kepada keluarga dan masyarakat.
“Saya harap Bunda PAUD serta Ketua Pokja PAUD di seluruh kecamatan terus jeli bersinergi dengan berbagai elemen, sehingga peran dan fungsi yang disematkan di pundak Bunda-Bunda dan para Ketua Pokja benar-benar dapat dijalankan dengan penuh amanah,” katanya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menegaskan, keberadaan Bunda PAUD dan Pokja PAUD di tingkat kecamatan bukan sekadar mendukung program pemerintah kabupaten, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan dalam memastikan setiap keluarga memperoleh pendampingan yang memadai terkait pengasuhan dan pendidikan anak usia dini.
“Saya berharap masing-masing kecamatan sebagai perpanjangan tangan kabupaten dapat lebih aktif melaksanakan pendampingan yang komprehensif kepada keluarga dan masyarakat agar seluruh program dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan program.
Karena itu, ia menilai kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar upaya pemenuhan hak anak dapat terlaksana secara optimal.
“Kami menyadari masih memiliki banyak keterbatasan, sehingga membutuhkan kemitraan, sinergi, serta dukungan dari seluruh pihak. Saya berharap kita semua dapat saling mendukung satu sama lain demi masa depan anak-anak Kutai Barat,” tuturnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga akan memperkuat ekosistem perlindungan anak.
Dengan sinergi tersebut, program PAUD tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pengasuhan serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak di seluruh wilayah Kutai Barat. (*)







