Mahulu Pacu Pembangunan Jalan dan PLTA, Suhuk Dorong Akses Proyek Dibuka untuk Masyarakat

MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu terus mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Prioritas saat ini difokuskan pada pembangunan akses jalan utama, sembari mendorong dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar konektivitas hingga wilayah hulu dapat terwujud.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mengatakan kemampuan fiskal daerah masih menjadi tantangan dalam mempercepat pembangunan.

Karena itu, pemerintah memilih memprioritaskan ruas-ruas jalan yang dinilai paling mendesak untuk membuka keterisolasian wilayah.

“Di sisi lain, kami tetap berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur. Saat ini Mahakam Ulu memang masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga pembangunan diprioritaskan pada akses jalan utama. Harapan kami, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui APBN dapat terus memberikan dukungan sehingga pembangunan jalan dapat menjangkau wilayah-wilayah hulu pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

Selain pembangunan jalan, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu juga terus memantau perkembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang kini telah memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat.

Proyek tersebut dinilai menjadi salah satu investasi strategis yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengaku telah meninjau langsung lokasi pembangunan hingga kawasan Kilometer 93.

Meski belum mencapai titik utama proyek, ia memastikan pembangunan akses menuju kawasan PLTA telah dimulai.

“Pembangunan PLTA sudah melalui tahap sosialisasi kepada masyarakat. Saya juga sudah meninjau langsung hingga kawasan Kilometer 93, yang menjadi salah satu lokasi pembangunan. Memang saya belum masuk ke titik utama proyek, tetapi akses jalannya sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sangat penting untuk mendukung mobilisasi alat berat dan material konstruksi.

Pasalnya, jalur melalui Sungai Boh dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan logistik proyek berskala besar itu.

“Jalan tersebut dibangun untuk mendukung mobilisasi alat berat dan material proyek karena akses melalui Sungai Boh tidak memungkinkan untuk seluruh kebutuhan konstruksi. Kami juga telah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi agar setelah proyek selesai, jalan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Harapan itu kini mulai terlihat seiring pembangunan akses menuju proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Jalur yang awalnya dibangun untuk mendukung mobilisasi alat berat tersebut direncanakan tidak berhenti di Kilometer 93, tetapi akan diperpanjang hingga sekitar Kilometer 122.

Ia mengatakan pemerintah daerah berharap jalan tersebut nantinya tidak hanya menjadi infrastruktur pendukung proyek, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung antarkawasan.

“Jalan itu nantinya tidak hanya sampai Kilometer 93, tetapi direncanakan akan tersambung hingga sekitar Kilometer 122,” imbuhnya.

Optimisme itu muncul setelah pemerintah daerah meninjau langsung perkembangan pembangunan di lapangan.

Bersama Wakil Gubernur Kalimantan Utara, ia melihat akses jalan mulai terbuka meski pengerjaannya masih membutuhkan percepatan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Bentangan jalan yang perlahan terbuka itu menjadi simbol perubahan bagi daerah yang selama ini menghadapi tantangan geografis.

Bagi warga di kawasan Mamahak dan wilayah terpencil lainnya, jalan bukan hanya soal perjalanan yang lebih singkat, tetapi juga tentang peluang ekonomi dan pelayanan yang lebih dekat.

“Beberapa waktu lalu saya juga meninjau kawasan tersebut bersama Wakil Gubernur Kalimantan Utara. Kondisi akses sudah mulai terbuka meskipun masih memerlukan percepatan pembangunan,” tambahnya.

Ia berharap pihak pengembang PLTA dapat mempercepat pembangunan jalan sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jalan akan memangkas hambatan distribusi logistik yang selama ini menjadi persoalan di wilayah pedalaman Mahakam Ulu.

“Harapan kami, pihak pengembang PLTA dapat terus mempercepat pekerjaan jalan karena akses tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya warga di wilayah Mamahak dan daerah-daerah yang lebih terpencil. Jalan ini akan mempermudah distribusi kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan konektivitas masyarakat,” harapnya.

Di Mahakam Ulu, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik.

Bagi masyarakat di wilayah hulu, setiap ruas yang terbuka berarti semakin dekat dengan layanan, semakin lancar roda perekonomian, dan semakin besar harapan untuk keluar dari keterisolasian yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60