Dari Lapangan Senam ke Gaya Hidup Sehat, Harapan Siswa Kutai Barat untuk Jantung yang Lebih Kuat

SENDAWAR – Musik mengalun pelan di halaman tempat berlangsungnya Pelantikan Kepengurusan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Kutai Barat masa bakti 2026–2030, Jumat (24/7/2026).

Di tengah barisan peserta yang mengikuti gerakan senam bersama, wajah-wajah muda tampak bersemangat. Salah satunya adalah Bares, siswa SMA Negeri 1 Linggang Bigung.

Baginya, kegiatan senam bukan sekadar pengisi acara seremonial.

Ia melihat aktivitas sederhana itu sebagai langkah awal membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah, terutama di tengah gaya hidup remaja yang kini semakin banyak menghabiskan waktu di depan gawai.

Menurutnya, apabila kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh para pelajar, baik dari sisi kesehatan maupun kebiasaan positif yang terbentuk sejak dini.

“Menurut saya, kalau kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di sekolah, tentu akan menjadi rutinitas yang baik,” katanya.

Ia menilai gerakan senam yang dilakukan bersama-sama mampu mendorong siswa untuk lebih aktif bergerak.

Kebiasaan tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama organ jantung yang menjadi fokus kampanye Yayasan Jantung Indonesia.

“Senam ini sangat bermanfaat dan menyehatkan bagi seluruh siswa jika dilakukan secara rutin. Apalagi gerakan-gerakannya juga baik untuk menjaga kesehatan jantung, sehingga tubuh menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Tak hanya soal kesehatan fisik, ia juga merasakan nilai lain dari kegiatan tersebut.

Senam bersama menjadi ruang bagi para pelajar untuk saling berinteraksi, membangun kebersamaan, sekaligus menikmati olahraga dengan cara yang menyenangkan.

“Senang banget. Apalagi lewat program ini kita bisa bergerak bersama, berolahraga, sekaligus punya kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman,” tuturnya.

Suaranya menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana pesan hidup sehat dapat diterima oleh generasi muda.

Di balik gerakan senam yang tampak ringan, tersimpan harapan agar kebiasaan menjaga kesehatan jantung tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan tumbuh menjadi budaya di sekolah-sekolah dan mengiringi keseharian para pelajar di Kutai Barat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60