SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan bahwa upaya mewujudkan lingkungan yang ramah anak harus dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui dukungan pemerintah.
Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya berkaitan dengan pola asuh di rumah, tetapi juga keamanan lingkungan tempat mereka tumbuh dan bermain.
Pernyataan tersebut disampaikan Frederick Edwin usai menghadiri Festival Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kabupaten Kutai Barat.
Ia mengatakan keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak, sehingga orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pendidikan dan teladan yang baik.
“Harapan kami dimulai dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga. Kami berharap para orang tua terus menjaga, membina, serta mengajarkan hal-hal yang baik dan benar kepada anak-anak,” katanya, Sabtu (25/7/2026).
Selain peran keluarga, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait meningkatkan perhatian terhadap keamanan fasilitas publik agar semakin ramah bagi anak.
Menurutnya, berbagai potensi bahaya di ruang publik harus segera diantisipasi agar tidak mengancam keselamatan anak saat beraktivitas.
Ia mencontohkan perlunya memastikan tidak ada kabel listrik terbuka, serta memperbaiki lubang, parit, maupun infrastruktur lain yang berpotensi membahayakan anak-anak.
“Kami juga meminta kepada OPD terkait untuk terus meningkatkan keamanan lingkungan agar semakin ramah anak. Misalnya memastikan tidak ada kabel listrik yang terbuka dan membahayakan anak-anak, serta memperhatikan kondisi fasilitas umum seperti lubang atau parit yang berpotensi mengancam keselamatan mereka saat bermain,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara keluarga, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, lingkungan yang ramah anak menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun generasi Kutai Barat yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (*)







