SENDAWAR – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Namun, pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini dinilai masih terbatas karena sebagian besar hanya mengenal penyakit jantung koroner atau serangan jantung.,
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Zainal Fathurohim, mengatakan penyakit jantung memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
Karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan agar masyarakat memahami berbagai jenis penyakit jantung beserta upaya pencegahannya.
“Atas dasar itu, diperlukan organisasi lain yang turut berperan dalam memberikan edukasi dan advokasi kepada masyarakat,” katanya, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, penyebab penyakit jantung sangat beragam.
Selain penyakit jantung bawaan sejak lahir, faktor gaya hidup juga berkontribusi besar terhadap meningkatnya kasus penyakit jantung.
“Penyakit jantung sendiri memiliki banyak penyebab, mulai dari penyakit jantung bawaan sejak lahir hingga penyakit jantung akibat gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang aktivitas fisik, malas berolahraga, merokok, dan mengonsumsi alkohol. Semua faktor tersebut dapat memicu berbagai jenis penyakit jantung,” ujarnya.
Namun, keberhasilan pengobatan tidak hanya bergantung pada tindakan medis, melainkan juga pemahaman pasien dan keluarga mengenai proses perawatan.
“Saat ini sudah tersedia prosedur penutupan kebocoran tanpa operasi besar. Namun, masyarakat masih memerlukan edukasi agar memahami pilihan pengobatan tersebut dan mampu merawat anggota keluarganya dengan baik,” jelasnya.
Ia menjelaskan, edukasi juga menjadi faktor penting bagi pasien penyakit jantung koroner yang telah menjalani pemasangan ring atau stent jantung.
Pasien diwajibkan mengonsumsi obat secara rutin untuk mencegah penyumbatan kembali pada pembuluh darah.
“Setelah dipasang ring atau stent jantung, pasien harus rutin mengonsumsi obat. Jika tidak mendapat edukasi yang baik dan kemudian menghentikan obat, mereka berisiko mengalami serangan jantung berulang,” ucapnya.
Selain menjalani pengobatan, ia menambahkan, pasien jantung juga perlu mengikuti program rehabilitasi agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
Menurutnya, banyak pasien yang masih merasa takut beraktivitas setelah mengalami penyakit jantung, sehingga memerlukan pendampingan dan latihan secara bertahap. (*)








