Banjir Luapan Mahakam Kian Kritis, Pemkab Kutai Barat Tetapkan Status Siaga Darurat

KUTAI BARAT – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dilaporkan kian meluas. Pemerintah daerah setempat resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi setelah enam kecamatan mulai terendam luapan Sungai Mahakam dengan ketinggian air tertinggi mencapai 1,5 meter.

Kondisi kritis ini dipicu oleh tingginya curah hujan lokal selama tiga hari terakhir, serta diperparah oleh banjir kiriman dari wilayah hulu di Kabupaten Mahakam Ulu yang hingga kini masih berlangsung.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyatakan bahwa keputusan menaikkan status kebencanaan ini diambil setelah pihak pemerintah melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan debit air di lapangan.

“Kami dari pemerintah daerah menetapkan keadaan banjir yang terjadi di daerah ini, khususnya saat ini kita berada di Tering, menaikkan status menjadi status Siaga Bencana,” ujar Frederick saat meninjau langsung warga terdampak di Kecamatan Tering.

Berdasarkan data yang dihimpun, enam kecamatan yang dilaporkan terdampak parah akibat luapan Sungai Mahakam meliputi Kecamatan Long Iram, Tering, Mook Manaar Bulant, Melak, Muara Pahu, dan Kecamatan Penyinggahan.

Kecamatan Tering menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling parah. Di lokasi ini, ketinggian air yang telah mencapai 1,5 meter menyebabkan aktivitas sehari-hari warga lumpuh total serta merendam berbagai fasilitas umum.

Menyikapi hal tersebut, Frederick menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat memastikan keselamatan warga. Selain menyiagakan tim evakuasi di titik-titik rawan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga tengah menyiapkan penyaluran bantuan logistik bagi para korban terdampak.

Pihak pemerintah daerah turut meminta masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Mahakam untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi kenaikan air dari wilayah hulu masih mengancam.

“Imbauan kepada warga di daerah aliran Sungai Mahakam agar tetap waspada dan berhati-hati. Karena beberapa info seperti di hulu Sungai Mahakam sedang terjadi banjir, jadi saya meminta agar tetap waspada dan berhati-hati,” ucap Frederick menambahkan.

Di samping penanganan jangka pendek berupa evakuasi dan logistik, Bupati menegaskan bahwa bencana banjir kali ini harus dijadikan momentum penting untuk evaluasi lingkungan hidup secara menyeluruh.

Sebagai upaya mitigasi jangka panjang, Pemkab Kutai Barat mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai. Warga juga diajak untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam serta vegetasi di sepanjang DAS Mahakam guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana serupa terulang di masa depan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60