Banjir Kutai Barat Kian Memprihatinkan, Warga Bertahan di Panggung Darurat

KUTAI BARAT – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, kini kian dikeluhkan oleh warga terdampak. Salah satu wilayah yang mengalami kondisi paling memprihatinkan adalah Kampung Tering Lama, Kecamatan Tering, di mana ketinggian air di sekitar permukiman warga telah mencapai 1,5 meter.

Luapan Sungai Mahakam yang terus meningkat tidak hanya merendam kawasan perumahan, tetapi juga memutus akses jalan utama kampung.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Akibatnya, aktivitas sehari-hari masyarakat lumpuh total. Masalah mobilitas menjadi kendala utama, terutama bagi warga yang tidak memiliki fasilitas perahu pribadi.

Untuk menyiasati situasi ini, masyarakat memilih bertahan di dalam rumah dengan melakukan berbagai upaya mandiri. Warga yang memiliki rumah dua lantai memilih untuk mengungsi dan beraktivitas di lantai dua atau loteng. Sementara itu, warga dengan rumah satu lantai terpaksa membuat panggung kayu darurat di dalam rumah guna menyelamatkan barang-barang agar tidak terendam air.

Menurut penuturan warga setempat, luapan air bah bahkan sudah masuk dan merendam bagian dalam rumah hingga setinggi lutut orang dewasa.

Bagi warga yang terdesak harus keluar rumah namun tidak memiliki perahu, mereka terpaksa berjalan kaki menerobos derasnya arus banjir yang menutup jalan. Saat ini, masyarakat hanya bisa berharap debit air di kawasan hulu Sungai Mahakam bisa segera surut agar kondisi di permukiman mereka dapat kembali normal.

Paran, salah seorang warga Kampung Tering Lama, mengungkapkan betapa sulitnya kondisi warga saat ini yang terjebak di dalam rumah tanpa sarana transportasi air yang memadai.

Kondisi memprihatinkan di Kampung Tering Lama ini merupakan potret dari salah satu wilayah di enam kecamatan di Kutai Barat yang saat ini berstatus Siaga Bencana.

Merespons situasi yang kian kritis, Pemerintah Daerah Kutai Barat bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan pemantauan intensif secara berkala di lapangan.

Pemerintah daerah menegaskan, jika kondisi banjir terus memburuk dan air kian naik, maka opsi penetapan status dari Siaga Bencana menjadi Tanggap Darurat akan segera diambil. Jika status tersebut resmi ditetapkan, pemerintah akan langsung mengaktifkan langkah-langkah evakuasi massal serta mempercepat penyaluran bantuan logistik, khususnya bagi warga yang memilih untuk tetap bertahan di rumah mereka.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60