MAHULU — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui peningkatan kapasitas operator di tingkat desa dan sekolah.
Langkah tersebut ditandai dengan dibukanya Pelatihan Operator Anak Tidak Sekolah (ATS) Desa dan Sekolah se-Kabupaten Mahulu Tahun 2026 di Ujoh Bilang, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Mahulu Angela Idang Belawan yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu Dr. Stephanus Madang.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan visi “Mahulu Melaju: Maju, Merata, dan Berkelanjutan”.
Ia mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur.
Pemerintah juga harus memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses pendidikan yang adil dan berkualitas.
“Pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi Mahulu Melaju: Maju, Merata, dan Berkelanjutan. Pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat memiliki akses yang adil terhadap pendidikan berkualitas,” katanya.
Menurutnya, pemenuhan hak pendidikan setiap anak menjadi faktor penting dalam mempercepat kemajuan daerah.
Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang kerja, sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Karena itu, keberadaan operator ATS di tingkat desa dan sekolah dinilai penting untuk memastikan anak yang tidak bersekolah dapat terdata dan mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan peserta dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
Selain kemampuan teknis, koordinasi antara pemerintah daerah, kampung, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya perlu diperkuat agar penanganan ATS dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta keterampilan dalam menjalankan tugas secara optimal di wilayah masing-masing. Penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan juga menjadi kunci dalam memastikan penanganan Anak Tidak Sekolah berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pemkab Mahulu berkomitmen memperkuat sistem pendataan dan penanganan ATS hingga tingkat kampung dan sekolah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Mahulu.
“Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pendataan dan penanganan ATS hingga ke tingkat kampung dan sekolah, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan pelatihan dan mengajak peserta menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.
Pemkab Mahulu berharap penguatan pendataan dan penanganan ATS dapat memastikan lebih banyak anak kembali memperoleh akses pendidikan sehingga tidak ada generasi yang tertinggal dalam pembangunan daerah. (*)








