KUTAI BARAT – Setelah sempat menunda kesempatan menjadi tuan rumah selama dua tahun, Kabupaten Kutai Barat akhirnya menggelar Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Ke-XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar pada 21–23 Juli 2026 itu menjadi ajang unjuk inovasi teknologi berbasis kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah di Kalimantan Timur.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kutai Barat, Erlinsiana, mengatakan penunjukan tuan rumah Gelar TTG dilakukan secara bergilir setiap tahun.
Namun, Kutai Barat baru menyatakan kesiapan setelah proses transisi pemerintahan selesai.
“Penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) memang dilaksanakan setiap tahun secara bergiliran di tingkat provinsi. Sebenarnya Kutai Barat sudah ditawarkan menjadi tuan rumah dua tahun sebelumnya. Namun saat itu kami belum siap karena masih dalam proses transisi pemerintahan. Akhirnya pada tahun 2025 kami menyatakan kesiapan sehingga anggaran dapat dipersiapkan dan pelaksanaannya dilakukan pada tahun ini,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan TTG XII tidak hanya menghadirkan kompetisi inovasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah dalam mengembangkan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Beragam perlombaan digelar selama tiga hari pelaksanaan, mulai dari lomba Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) terbaik, lomba inovasi teknologi tepat guna, lomba olahan makanan khas daerah, hingga penilaian stan pameran terbaik.
Sejumlah agenda pendukung lainnya juga disiapkan untuk memperkaya pertukaran pengetahuan antar peserta.
“Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, di antaranya lomba Posyantek terbaik, lomba inovasi teknologi tepat guna, lomba olahan makanan khas daerah, penilaian stan pameran terbaik, serta beberapa kegiatan lainnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, sebanyak sembilan daerah berpartisipasi dalam Gelar TTG XII.
Hanya Kabupaten Berau yang tidak mengikuti kegiatan tahun ini.
Rangkaian acara sendiri telah diawali dengan gala dinner pada 20 Juli sebagai ajang silaturahmi seluruh peserta sebelum kompetisi dimulai.
“Dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, sebanyak sembilan daerah mengikuti kegiatan ini. Hanya Kabupaten Berau yang tidak berpartisipasi pada tahun ini. Rangkaian kegiatan dimulai pada 20 Juli dengan gala dinner,” jelasnya.
Ia mengatakan pembukaan resmi kegiatan dilaksanakan pada Selasa (21/7/2026), sementara seluruh rangkaian akan berakhir pada malam puncak, Kamis (23/7/2026).
“Hari ini, 21 Juli, merupakan pembukaan resmi kegiatan. Selanjutnya kegiatan berlangsung hingga 23 Juli yang akan ditutup dengan malam puncak. Hari ini peserta mengikuti mini lokakarya di Lamin Bahau, kemudian pada hari berikutnya dilaksanakan Widya Wisata atau kunjungan lapangan ke Jantur,” ucapnya.
Ia menjelaskan, berbagai agenda tersebut dirancang agar peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai penerapan teknologi tepat guna dan potensi lokal yang dimiliki Kutai Barat.
Menurutnya, malam puncak menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan.
Selain direncanakan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, kegiatan tersebut juga menjadi momen penyerahan penghargaan kepada para pemenang dari berbagai kategori perlombaan.
“Berdasarkan informasi terakhir yang kami terima, malam puncak direncanakan akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur. Pada malam puncak juga akan dilakukan penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai kategori lomba, seperti Posyantek terbaik, inovasi teknologi tepat guna, olahan makanan khas daerah, serta penghargaan lainnya,” tuturnya.
Selain memberikan apresiasi kepada para inovator, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga akan memanfaatkan malam puncak untuk menyerahkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada perangkat kampung yang menjadi peserta program perlindungan sosial pemerintah.
“Selain itu, kami juga akan mengumumkan penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Ada beberapa perangkat kampung yang kepesertaannya dibiayai oleh pemerintah dan telah menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan setelah mengalami musibah,” imbuhnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Gelar TTG XII diharapkan tidak hanya melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kolaborasi antardaerah, meningkatkan kapasitas aparatur kampung, serta memperluas perlindungan sosial bagi perangkat desa di Kalimantan Timur. (*)







