Dana RT Rp100 Juta per RT, Mahulu Dorong Dasawisma Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kampung

MAHULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Dana Rukun Tetangga (RT) dan Dasawisma.

Program tersebut diharapkan menjadi pengungkit lahirnya pelaku usaha baru, khususnya dari kalangan ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan pendapatan keluarga.

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengatakan pemerintah daerah saat ini terus mengakselerasi pelaksanaan kedua program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan hingga tingkat kampung dan rukun tetangga.

Menurutnya, Dana RT dan Dasawisma bukan hanya diarahkan untuk pembangunan fisik, tetapi juga sebagai modal pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro.

“Saat ini program tersebut terus kami genjot. Harapannya, Dana RT maupun Dasawisma dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan UMKM, terutama bagi ibu-ibu yang belum memiliki pekerjaan tetap agar dapat memulai usaha,” kata Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, jenis usaha yang dapat dikembangkan tidak terbatas pada sektor kuliner.

Pemerintah juga mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal melalui kerajinan tangan, pembuatan pakaian adat, topi, maupun berbagai produk kreatif lainnya yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, semakin beragam jenis usaha yang tumbuh, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh tambahan penghasilan dan memperkuat ekonomi keluarga.

“Usahanya bukan hanya di bidang makanan, tetapi juga kerajinan tangan, pembuatan pakaian adat, topi, dan berbagai produk lainnya. Kami ingin potensi masyarakat di setiap kampung bisa berkembang sesuai dengan keunggulan yang dimiliki,” ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan program, Pemkab Mahulu menargetkan sedikitnya satu kelompok Dasawisma di setiap RT.

Bahkan, apabila memungkinkan, jumlah kelompok tersebut akan terus ditambah agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.

Ia mengungkapkan, setiap RT memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp100 juta.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp10 juta dialokasikan bagi satu kelompok Dasawisma.

Apabila terdapat dua kelompok dalam satu RT, maka dukungan anggarannya dapat mencapai sekitar Rp20 juta.

“Melalui program Dasawisma, kami menargetkan minimal terdapat satu kelompok Dasawisma di setiap RT. Kalau bisa lebih dari satu tentu akan lebih baik. Setiap RT memperoleh alokasi sekitar Rp100 juta, dan sekitar Rp10 juta dialokasikan untuk satu kelompok Dasawisma. Jika ada dua kelompok, maka alokasinya menjadi sekitar Rp20 juta,” jelasnya.

Melalui penguatan Dana RT dan Dasawisma, Pemkab Mahulu berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh dari tingkat kampung, sehingga mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60