MAHULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus mengembangkan inovasi teknologi tepat guna yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan energi di daerah.
Salah satu inovasi yang kini tengah dikaji ialah pemanfaatan limbah menjadi biodiesel sebagai alternatif bahan bakar.
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah mengembangkan inovasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun, pengembangannya belum dapat dilakukan secara luas karena keterbatasan bahan baku.
“Sebelumnya kami juga pernah mengembangkan inovasi bersama Dinas Lingkungan Hidup. Namun, karena ketersediaan bahan bakunya terbatas, pengembangannya belum bisa dilakukan dalam skala besar,” kata Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, saat ini Pemkab Mahulu kembali melakukan kajian bersama Tim Penggerak PKK mengenai pemanfaatan limbah menjadi biodiesel.
Kajian tersebut menjadi alternatif apabila limbah tidak dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan paving block.
Ia menyebut konsep serupa telah diterapkan di daerah lain dan kini sedang dipelajari untuk disesuaikan dengan potensi sumber daya yang dimiliki Mahulu.
“Saat ini kami kembali melakukan kajian bersama TP PKK mengenai pemanfaatan limbah menjadi biodiesel. Apabila nantinya tidak memungkinkan dijadikan paving block, kami mencoba mengembangkannya menjadi biodiesel untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar di Mahulu. Ide tersebut juga berasal dari TP PKK dan masih kami pelajari lebih lanjut agar bahan-bahan yang tersedia di Mahulu dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Ia berharap inovasi tersebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan bakar dari luar daerah, terutama di tengah tingginya harga solar dan biodiesel.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Dana RT dan Dasawisma.
Program tersebut, kata dia, menjadi salah satu instrumen untuk mendorong tumbuhnya usaha mikro dan kegiatan produktif masyarakat hingga tingkat rukun tetangga.
“Mudah-mudahan ke depan inovasi ini bisa membantu memenuhi sebagian kebutuhan BBM di Mahulu, mengingat harga solar maupun biodiesel saat ini cukup tinggi. Di sisi lain, dukungan kami terhadap UMKM terus dilakukan melalui program unggulan pemerintah daerah, yaitu Dana RT dan Dasawisma,” jelasnya.
Melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan dan penguatan UMKM, Pemkab Mahulu berharap mampu menciptakan inovasi yang tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah. (*)








