MAHULU — Gemuruh panggung Pagelaran Seni Budaya dan Gita Nusantara PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo seolah membawa penonton masuk ke pedalaman Kalimantan.
Gerak para penari kontingen Kalimantan Timur yang diwakili Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tidak sekadar menyuguhkan keindahan koreografi. Setiap gerakan menyimpan cerita tentang perempuan, laki-laki, hutan, ladang, hingga doa masyarakat Dayak untuk kehidupan.
Kisah itu akhirnya membawa kontingen Kaltim meraih Juara I Lomba Tari Daerah pada Pagelaran Seni Budaya dan Gita Nusantara PENAS XVII Tahun 2026, Selasa (23/6/2026).
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengatakan pertunjukan tersebut dirancang untuk menggambarkan kehidupan masyarakat pedalaman melalui koreografi yang dinamis dan sarat makna.
“Melalui koreografi yang dinamis dan penuh makna, para penari menggambarkan aktivitas keseharian masyarakat pedalaman,” katanya.
Cerita pertunjukan dimulai dari sosok perempuan Dayak.
Para penari menggambarkan perempuan sebagai penjaga keluarga yang merawat anggota keluarga, menyiapkan berbagai kebutuhan rumah tangga, sekaligus menjadi sumber kekuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari ruang domestik, cerita kemudian bergerak ke belantara hutan.
Para laki-laki digambarkan menembus hutan untuk berburu sekaligus menjaga wilayah adat dari berbagai ancaman yang dapat mengganggu keberlangsungan hidup masyarakat.
Gerakan tari kemudian membawa penonton menuju ladang.
Di sanalah tradisi menugal padi ditampilkan. Aktivitas menanam padi tidak hanya dimaknai sebagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai bagian dari hubungan manusia dengan alam.
Setiap benih yang dititipkan ke tanah menjadi simbol harapan.
Ada doa agar tanaman tumbuh subur, hasil panen melimpah, dan kesejahteraan menyertai kehidupan masyarakat.
“Setiap benih yang dititipkan ke bumi bukan sekadar awal kehidupan, melainkan doa dan harapan yang dipanjatkan agar hasil panen melimpah dan kesejahteraan senantiasa menyertai masyarakat,” ujarnya.
Puncak cerita hadir melalui Tari Hudoq.
Dalam tradisi masyarakat Dayak, Hudoq merupakan tarian sakral yang berkaitan dengan kehidupan agraris.
Tarian tersebut dipercaya sebagai perwujudan roh pelindung tanaman yang hadir untuk menjaga kehidupan masyarakat.
Melalui gerakan dan karakter yang khas, Tari Hudoq menggambarkan harapan masyarakat agar ladang terlindungi dari hama, tanaman tumbuh subur, dan hasil pertanian membawa keberkahan.
Pertunjukan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kebudayaan masyarakat Dayak tidak dapat dipisahkan dari alam.
Hutan bukan sekadar ruang hidup. Ladang bukan hanya tempat bercocok tanam. Bahkan proses menanam dan memanen pun memiliki dimensi spiritual yang diwariskan lintas generasi.
“Dalam tradisi masyarakat Dayak, Hudoq diyakini hadir untuk mengusir hama, menjaga kesuburan ladang, serta membawa keberkahan bagi kehidupan masyarakat agraris,” kisahnya.
Kekuatan cerita tersebut semakin lengkap melalui kekompakan para penari, keindahan gerak, serta kekayaan budaya lokal yang ditampilkan dalam satu rangkaian pertunjukan.
Kisah kehidupan masyarakat pedalaman Borneo yang dibawa ke panggung nasional itu berhasil menarik perhatian dewan juri dan peserta dari berbagai provinsi.
Kontingen Kalimantan Timur yang diwakili Kabupaten Mahulu akhirnya dinobatkan sebagai Juara I kategori Lomba Tari Daerah Pagelaran Seni Budaya dan Gita Nusantara PENAS XVII Tahun 2026.
Bagi Mahulu, kemenangan tersebut bukan sekadar piala.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa cerita dari pedalaman Kalimantan mampu berbicara di panggung nasional.
Tradisi yang tumbuh dari hutan, ladang, dan kehidupan masyarakat Dayak dapat diterjemahkan menjadi pertunjukan yang memikat sekaligus memperkenalkan identitas budaya Mahakam Ulu kepada Indonesia.
Di atas panggung, para penari memang hanya bergerak mengikuti irama.
Namun di balik setiap gerakan, tersimpan cerita tentang bagaimana masyarakat menjaga keluarga, hutan, tanah leluhur, pangan, dan harapan akan kehidupan yang terus berlanjut. (*)








