PLTA Batoq Kelo 300 MW Jadi Harapan Baru Mahulu, Pemkab: Bukan Sekadar Soal Listrik

MAHULU – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 megawatt (MW) dinilai dapat menjadi salah satu tonggak penting bagi pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur.

Pemerintah Kabupaten Mahulu berharap proyek tersebut tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga memberikan dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemajuan wilayah.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, pembangunan PLTA Batoq Kelo harus dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pihak perusahaan dalam semangat kemitraan.

Ia menilai keterbukaan menjadi hal penting agar masyarakat dapat memahami rencana pembangunan sekaligus menyampaikan aspirasi selama proses berlangsung.

“Selain itu, setiap aspirasi masyarakat juga dapat disampaikan secara terbuka dan transparan,” katanya, Senin (06/07/2026).

Menurutnya, keberhasilan pembangunan PLTA Batoq Kelo sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak.

Pemerintah daerah optimistis proyek tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Mahulu apabila prosesnya dilakukan secara bersama-sama.

“Kami optimistis pembangunan PLTA Batoq Kelo akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu apabila pemerintah, masyarakat, dan pihak perusahaan dapat berjalan bersama dalam semangat kemitraan dan kolaborasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, kehadiran PLTA Batoq Kelo tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan energi listrik sebagai kebutuhan dasar pembangunan.

Lebih jauh, proyek tersebut diharapkan menjadi bagian dari transformasi pembangunan Mahulu menuju daerah yang semakin maju dan mampu bersaing dengan daerah lain di Kalimantan Timur maupun Indonesia.

“Kehadiran PLTA Batoq Kelo tidak hanya akan menghasilkan energi listrik sebagai kebutuhan dasar pembangunan, tetapi juga menjadi simbol kemajuan daerah dalam mewujudkan Mahulu yang semakin berkembang dan sejajar dengan daerah-daerah lain di Kalimantan Timur maupun Indonesia,” tuturnya.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi, Pemkab Mahulu menyambut baik perhatian dunia usaha terhadap potensi sumber daya yang dimiliki daerah, khususnya di kawasan Batoq Kelo.

Potensi tersebut, kata Angela, sebelumnya lebih banyak menjadi harapan bagi masyarakat. Kini, potensi itu mulai diarahkan menjadi proyek nyata melalui rencana pembangunan PLTA berkapasitas 300 MW.

Pemerintah daerah berharap investasi tersebut dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat, mulai dari penguatan infrastruktur dan energi hingga terbukanya peluang ekonomi baru.

Dengan demikian, pembangunan PLTA Batoq Kelo diharapkan tidak hanya menjadi proyek ketenagalistrikan, tetapi juga bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mahulu. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60