MAHULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi tepat guna pada Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Inovasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membantu warga menghadapi kondisi geografis Mahulu yang kerap dilanda banjir.
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengatakan tahun ini Mahulu membawa dua inovasi utama, yakni alat pencacah dan alat dongkrak.
Kedua alat tersebut merupakan hasil pengembangan yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tahun ini Mahulu membawa beberapa inovasi. Yang pertama adalah alat pencacah, kemudian yang kedua adalah alat dongkrak. Alat yang kedua memang belum sempat dibawa karena ukurannya cukup besar sehingga membutuhkan waktu untuk pengangkutannya,” kata Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, Kamis (23/07/2026).
Menurutnya, alat dongkrak tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat di wilayah Mahulu yang sebagian besar berada di dataran rendah dan kerap terdampak banjir.
Ia menjelaskan, alat itu dirancang untuk membantu warga menyelamatkan barang-barang rumah tangga ketika air mulai menggenangi permukiman.
“Fungsi alat tersebut sangat penting karena sebagian wilayah Mahulu merupakan daerah dataran rendah yang sering mengalami banjir. Harapan kami, alat itu dapat membantu masyarakat mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi saat banjir terjadi,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut juga mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat, terutama keluarga yang sering ditinggal kepala keluarga bekerja di luar daerah.
Dengan adanya alat tersebut, perempuan di rumah diharapkan dapat lebih mudah melakukan evakuasi barang secara mandiri saat banjir datang.
Ia mengungkapkan sempat menanyakan keberadaan alat dongkrak saat pameran berlangsung karena ingin memperlihatkannya kepada pengunjung. Namun, alat tersebut masih dalam proses pengangkutan dari Mahulu.
“Apalagi sering kali di rumah hanya ada ibu-ibu karena bapak-bapaknya bekerja di luar daerah. Dengan alat tersebut, ibu-ibu bisa lebih mudah mengangkat barang-barang ketika banjir datang. Tadi saya juga sempat penasaran karena alatnya belum terlihat karena masih dalam proses pengangkutan,” jelasnya.
Melalui partisipasi dalam Gelar TTG XII, Pemkab Mahulu berharap inovasi teknologi tepat guna yang dikembangkan mampu menjadi solusi atas persoalan nyata di masyarakat sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan masyarakat di wilayah pedalaman. (*)








