Harga Beras di Long Apari Naik Rp200.000, Pemkab Mahulu Antisipasi Dampak Kemarau

MAHAKAM ULU — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mengalami kenaikan seiring terganggunya distribusi akibat musim kemarau.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah beras. Harga beras kemasan 25 kilogram yang sebelumnya sekitar Rp650.000 kini mencapai Rp850.000 di tingkat toko.

Camat Long Apari, Petrus Ngo, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat. Namun, hingga kini ketersediaan kebutuhan pokok masih relatif aman.

“Itu yang kemudian kita dengar melalui media sosial, ada keluhan dan sebagainya. Tapi intinya aman. Stok sembako ada, hanya harganya yang mahal,” katanya, Minggu (9/8/2026).

Berdasarkan pemantauan pemerintah kecamatan, harga beras 25 kilogram saat kondisi normal berada di kisaran Rp650.000.

Namun, memasuki musim kemarau, harga tersebut mengalami kenaikan hingga sekitar Rp850.000.

“Ini sudah pasti naik. Waktu normal, berdasarkan pendataan kami, harganya sekitar Rp650.000 untuk beras kemasan 25 kilogram. Sekarang saya pantau di toko-toko sudah naik menjadi sekitar Rp850.000 untuk ukuran 25 kilogram,” ujarnya.

Ia mengatakan kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari biaya distribusi yang meningkat. Pasokan barang masih dapat masuk selama kendaraan mampu mengangkut barang hingga Long Lunuk.

Dari lokasi tersebut, pedagang kemudian menjemput barang menggunakan ketinting menuju Long Apari.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat biaya angkut semakin tinggi sehingga berdampak langsung terhadap harga jual kebutuhan pokok di masyarakat.

“Yang penting, selama mobil masih bisa membawa barang dan menurunkannya di Long Lunuk, toko-toko masih bisa pergi menjemput barang mereka di sana. Mereka menjemput menggunakan ketinting seperti yang saya sampaikan tadi. Tetapi, itulah yang membuat harga semakin naik karena ongkos kirim juga memengaruhi harga,” jelasnya.

Selain beras, harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian.

Di tingkat eceran, harga Pertalite disebut mencapai sekitar Rp20.000 per liter, sedangkan harga di Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) sekitar Rp10.000 per liter.

Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, mengatakan penurunan debit air sungai selama musim kemarau berpotensi menghambat kelancaran distribusi kebutuhan pokok ke wilayah Long Apari.

“Penurunan kondisi sungai berpotensi menghambat kelancaran distribusi dan berdampak terhadap ketersediaan barang serta harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar gangguan distribusi tidak berdampak lebih luas terhadap ketersediaan maupun keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60