MAHULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menegaskan bahwa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis pengibaran Bendera Merah Putih, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, saat memberikan arahan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Tahun 2026.
Menurutnya, para peserta yang terpilih mengemban tanggung jawab besar sebagai representasi generasi muda yang diharapkan mampu menjadi contoh positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Wabup menegaskan bahwa proses pelatihan harus dimaknai sebagai pembentukan karakter, bukan sekadar persiapan menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka bukan hanya bertujuan membentuk kemampuan teknis dalam melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan. Karena itu, para peserta diharapkan mampu menjadi teladan, baik selama mengikuti pelatihan maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat,” katanya, Selasa (28/07/2026).
Ia juga mengingatkan para pelatih dan pembina agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, pembinaan yang baik harus dilakukan secara tegas dan terarah tanpa mengabaikan kondisi fisik maupun mental peserta selama mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan.
“Para pelatih dan pembina diharapkan memberikan pendampingan secara tegas, terarah, serta tetap memperhatikan kondisi fisik dan mental setiap peserta selama proses pelatihan berlangsung,” ucapnya.
Ia menambahkan, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga.
Oleh sebab itu, setiap peserta diminta menunjukkan sikap santun, bertanggung jawab, serta menjadi penggerak persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mahakam Ulu.
Di akhir arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), para pelatih, pembina, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Diklat Paskibraka Tahun 2026.
Menurutnya, sinergi seluruh elemen menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang memiliki karakter kuat, integritas, dan jiwa nasionalisme yang tinggi.
“Menjadi Paskibraka adalah kehormatan sekaligus amanah. Karena itu, tunjukkan sikap yang santun dan bertanggung jawab. Jadilah teladan yang mampu menggerakkan teman-teman untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menghadirkan pengaruh positif di tengah masyarakat. Saya juga mengapresiasi Badan Kesbangpol, para pelatih, pembina, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Tahun 2026. Kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Mahakam Ulu yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tuturnya. (*)








