MAHULU – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memperkuat upaya mewujudkan lingkungan ramah anak melalui peresmian Playground Ujoh Bilang di Kampung Ujoh Bilang, Senin (17/8/2026).
Playground tersebut diresmikan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan bersama Wakil Bupati Mahulu Suhuk, Kehadiran fasilitas itu diharapkan tidak hanya menjadi ruang bermain, tetapi juga mendukung tumbuh kembang, interaksi sosial, dan kreativitas anak.
Peresmian playground menjadi salah satu langkah positif dalam memperkuat komitmen Mahulu menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).
Ia mengapresiasi inisiatif Badan Usaha Milik Kampung Adat (Bumka) Ujoh Bilang yang menghadirkan fasilitas tersebut.
Menurut dia, ruang bermain merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kebutuhan anak.
“Saya sangat senang. Pertama karena saya memang adalah Bunda PAUD, lalu kedua dari bidang perempuan dan anak juga punya target untuk KLA, Kabupaten Layak Anak,” katanya.
Ia mengatakan, keberadaan playground dapat menjadi salah satu fasilitas pendukung dalam pemenuhan indikator KLA.
Anak-anak memiliki ruang untuk bermain sekaligus bersosialisasi dan mengembangkan kreativitas di lingkungan yang lebih baik.
Ia pun berharap fasilitas tersebut dapat menjadi contoh bagi kampung dan kecamatan lain di Mahulu.
“Playground ini akan membantu meningkatkan penilaian kita tentang KLA. Jadi luar biasa, terima kasih untuk Bumka Ujoh Bilang yang sudah memfasilitasi, membuka playground ini, dan saya mengapresiasi niat baiknya,” ucapnya.
Menurutnya, penyediaan ruang bermain anak tidak harus selalu menunggu program pemerintah.
Inisiatif dari Bumka, pemerintah kampung, dan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan ramah anak.
Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong agar inisiatif serupa dapat dikembangkan di wilayah lain sesuai potensi dan kemampuan masing-masing.
“Kita tentunya akan mendorong beberapa kecamatan. Dengan adanya Bumka yang bisa membuat seperti ini menjadi contoh, saya rasa Bumka lainnya juga bisa,” tuturnya.
Playground Ujoh Bilang selanjutnya akan dikelola Bumka bersama Pemerintah Kampung Ujoh Bilang.
Skema tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan fasilitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi kampung.
“Ini akan dikelola oleh Bumka. Jadi punya Kampung Ujoh Bilang,” ujarnya.
Pengelolaan secara komersial, juga menjadi salah satu strategi untuk memastikan biaya pemeliharaan fasilitas tersedia secara berkelanjutan.
Pendapatan dari pengelolaan playground diharapkan dapat menjadi tambahan Pendapatan Asli Kampung (PADK), sekaligus mendukung pemeliharaan dan pengembangan fasilitas.
“Ini akan menambah PAD kampung. Dan tentunya, kenapa nantinya akan dibuat komersil? Karena memang untuk pemeliharaan playground sendiri tentunya butuh dana,” jelasnya.
Ia menekankan, aspek keamanan dan kenyamanan anak harus menjadi prioritas dalam pengelolaan playground.
Pendapatan yang diperoleh dapat digunakan untuk memastikan fasilitas tetap terawat dan standar keselamatan anak terpenuhi.
“Untuk keamanan anak-anak juga dari dana tersebut bisa dipersiapkan segala halnya dengan baik dan matang,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Mahulu berharap Playground Ujoh Bilang menjadi ruang publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kampung, Bumka, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat sehingga upaya mewujudkan Mahulu sebagai Kabupaten Layak Anak dapat dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah. (*)








