MAHULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Negeri di Kabupaten Mahulu.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, saat menerima audiensi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mahulu bersama unsur Gereja Katolik di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (15/7/2026).
Audiensi tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan Gereja Katolik dalam menghadirkan layanan pendidikan menengah keagamaan yang berkualitas bagi masyarakat Mahulu.
Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Mahulu Dr. Stephanus Madang, Ketua Kevikepan Mahulu sekaligus Pastor Paroki St. Petrus Ujoh Bilang Agustinus Dale Weruin, Pr., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Yohanes Andy Abeh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samson Batang, serta jajaran Bimbingan Masyarakat Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mahakam Ulu.
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, mengatakan Pemkab menyambut baik rencana pendirian SMAK Negeri karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan keagamaan.
“Audiensi ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, dan Gereja Katolik dalam membahas rencana pendirian SMAK Negeri sebagai upaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan keagamaan Katolik di Mahakam Ulu,” katanya.
Menurut dia, kehadiran SMAK Negeri di Mahulu diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan menengah keagamaan yang berkualitas sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Kami berharap kehadiran sekolah ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan menengah keagamaan yang berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Mahakam Ulu,” ucapnya.
Dalam audiensi tersebut, Kemenag Mahulu memaparkan berbagai kebutuhan pendirian SMAK Negeri berdasarkan potensi daerah. Salah satu usulan utama ialah penyediaan lahan sekitar 10 hektare untuk pembangunan gedung sekolah beserta asrama.
Selain kebutuhan lahan, pembahasan juga mencakup dukungan pemerintah daerah terhadap penyediaan sarana dan prasarana, koordinasi perizinan, penyusunan perencanaan, hingga langkah-langkah strategis agar proses pendirian sekolah dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan Pemkab Mahulu akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses perencanaan dapat berlangsung secara optimal.
“Pemerintah Kabupaten siap membangun koordinasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan agar rencana pendirian SMAK Negeri dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Mahakam Ulu,” tuturnya.
Ketua Kevikepan Mahulu sekaligus Pastor Paroki St. Petrus Ujoh Bilang, Pastor Agustinus Dale Weruin, mengatakan keberadaan SMAK Negeri akan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter yang kuat.
“Pendirian SMAK Negeri di Mahakam Ulu diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memajukan daerah.
“Melalui pembangunan Sekolah Menengah Agama Katolik Negeri, kami berharap sumber daya manusia Mahakam Ulu semakin berdaya saing dan mampu berpartisipasi dalam kemajuan daerah,” jelasnya.
Rencana pendirian SMAK Negeri Mahulu mendapat dukungan dari Pemkab Mahulu sebagai bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan menengah keagamaan.
Dalam audiensi tersebut, berbagai aspek juga dibahas, mulai dari kebutuhan lahan, dukungan sarana dan prasarana, hingga koordinasi perizinan agar proses pendirian sekolah dapat berjalan sesuai ketentuan.
Apabila terealisasi, SMAK Negeri akan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Kabupaten Mahakam Ulu. (*)








