Pemkab Mahulu Dorong Kampung Kelola Sampah Produktif, Dana Desa Diminta Ciptakan Nilai Ekonomi

MAHULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) mendorong pemerintah kampung untuk lebih inovatif dalam menggali sumber Pendapatan Asli Desa (PAD).

Salah satu potensi yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal adalah pengelolaan sampah yang dapat diubah menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat sekaligus menambah pendapatan kampung.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Mahulu, Kristina Tening, saat memberikan arahan kepada petinggi kampung dalam agenda serah terima jabatan di Kampung Ujoh Bilang.

Menurutnya, setiap kampung memiliki potensi yang berbeda dan harus mampu dikembangkan menjadi program yang produktif.

“Kedua, terkait pendapatan kampung. Saya tidak perlu menyebutkan satu per satu karena Bapak-Ibu tentu sudah mengetahui bahwa potensi kampung kita sangat besar,” katanya, Senin (3/8/2026).

Ia menilai penguatan ekonomi kampung tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran yang diterima dari pemerintah, tetapi juga pada kemampuan pemerintah kampung dalam mengelola potensi lokal menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Salah satu contoh yang dinilai realistis untuk dikembangkan adalah pengelolaan sampah.

Menurutnya, persoalan sampah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai masalah lingkungan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Contohnya adalah pengelolaan sampah. Sampah bisa dijadikan sumber pendapatan. Dana desa cukup besar. Mengapa tidak kita rancang program pengelolaan sampah yang mampu menghasilkan pendapatan bagi kampung sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa?” ucapnya.

Ia menjelaskan, berbagai daerah di Indonesia telah berhasil mengembangkan bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga daur ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai jual.

Model tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi kampung-kampung di Mahulu.

“Hal seperti itu sangat mungkin dilakukan. Banyak contoh yang sudah dikembangkan pemerintah di berbagai daerah,” tuturnya.

Menurutnya, inovasi dalam pengelolaan sampah bukan hanya akan meningkatkan PAD, tetapi juga menciptakan lapangan usaha baru, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendukung terciptanya lingkungan kampung yang lebih bersih dan sehat.

Karena itu, ia berharap pemerintah kampung mulai merancang program berbasis potensi lokal yang mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60