Lomba Mancing di Mahulu, Wabup Suhuk Larang Peserta Gunakan Racun dan Setrum

MAHULU – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, mengingatkan peserta lomba memancing dan komunitas pemancing untuk menjaga kelestarian sungai selama kegiatan berlangsung.

Imbauan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Lomba Memancing Dasaran yang digelar komunitas Angler Mahakam Ulu dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia meminta seluruh peserta tidak menggunakan cara-cara yang dapat merusak ekosistem perairan, termasuk racun dan setrum untuk menangkap ikan.

“Saya mengimbau kepada seluruh peserta dan komunitas pemancing agar turut menjaga kelestarian sungai dengan tidak menggunakan racun maupun setrum dalam menangkap ikan,” katanya, Sabtu (8/8/2026).

Selain melarang penggunaan racun dan setrum, ia meminta peserta tidak merusak habitat perairan serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar lokasi perlombaan.

Menurutnya, kegiatan memancing harus menjadi sarana rekreasi sekaligus bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

“Selain menjaga kelestarian lingkungan, kita juga harus menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan,” ucapnya.

Ia juga meminta panitia memastikan pelaksanaan lomba berlangsung adil dan transparan.

Pembagian lokasi memancing diharapkan dilakukan secara proporsional agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama.

“Panitia diharapkan dapat mengatur pembagian lokasi memancing secara adil serta melakukan pengawasan guna mencegah terjadinya kecurangan,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai dan lingkungan di Kabupaten Mahulu. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60