MAHULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, saat menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan SD Katolik Santa Miriam.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menjamin keamanan, kenyamanan, serta tumbuh kembang setiap anak.
Karena itu, seluruh satuan pendidikan didorong menjadi lingkungan belajar yang ramah anak dan bebas dari berbagai bentuk perundungan.
Ia mengatakan, suasana belajar yang positif akan membantu peserta didik berkembang secara optimal, baik dari sisi akademik maupun karakter.
“Kami mendorong sekolah untuk menjadi lingkungan belajar yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan. Dengan lingkungan yang mendukung, anak-anak diharapkan dapat belajar dengan gembira, percaya diri, serta berani mengenali dan mengembangkan potensinya,” kata Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan.
Ia juga mengapresiasi SD Katolik Santa Miriam yang mengusung moto Yayasan Budi Bakti Karya MASF, yakni Bersaudara, Berkarakter, dan Berprestasi.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut selaras dengan visi Pemkab Mahulu dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap sesama.
Ia menilai pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik agar lahir sumber daya manusia yang mampu bersaing sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Nilai ‘Bersaudara, Berkarakter, dan Berprestasi’ diharapkan membentuk peserta didik yang menghargai sesama, memiliki integritas, bertanggung jawab, dan mampu mengembangkan talenta terbaiknya. Keberhasilan pendidikan memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, yayasan, gereja, masyarakat, dan orang tua merupakan mitra penting dalam memperluas akses pendidikan bermutu serta membentuk sumber daya manusia Mahulu yang unggul,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memastikan Pemkab Mahulu tidak akan tinggal diam dalam mendukung pengembangan SD Katolik Santa Miriam.
Pemerintah daerah akan mengupayakan landasan regulasi yang sesuai agar bantuan pemerintah dapat diberikan secara sah dan tepat sasaran.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana yang layak bagi peserta didik.
“Pendidikan pasti akan terus kita dukung. Kami akan mencari regulasi yang tepat sehingga dapat membantu para suster membangun SD yang lebih baik dan lebih nyaman bagi anak-anak untuk bersekolah,” jelasnya.
Melalui dukungan tersebut, Pemkab Mahulu berharap semakin banyak lembaga pendidikan yang mampu menghadirkan layanan belajar berkualitas, sekaligus mencetak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi modal utama pembangunan daerah di masa depan. (*)








