MAHULU — Suara riang anak-anak menjadi penanda bahwa sebuah ruang bermain bukan sekadar tempat untuk menghabiskan waktu.
Di Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, sebuah playground hadir sebagai ruang tumbuh bagi anak sekaligus bagian dari upaya pemerintah daerah membangun lingkungan yang ramah anak.
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menyambut positif peresmian playground yang difasilitasi Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Ujoh Bilang tersebut.
Baginya, fasilitas itu memiliki makna lebih besar karena bersinggungan langsung dengan agenda perlindungan perempuan dan anak serta target Mahulu mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).
“Untuk peresmian playground ini, saya sangat senang. Pertama, karena saya memang merupakan Bunda PAUD,” katanya.
Bagi anak-anak, playground mungkin hanya tampak sebagai tempat bermain.
Ada perosotan, ruang untuk berlari, dan berbagai fasilitas yang memungkinkan mereka bergerak bebas.
Namun, dari sudut pandang pembangunan daerah, keberadaan ruang bermain yang aman dan layak memiliki arti berbeda.
Ruang publik semacam ini dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak.
Anak tidak hanya membutuhkan sekolah dan rumah, tetapi juga ruang untuk bermain, bersosialisasi, berekspresi, dan belajar mengenali lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, ia melihat playground Ujoh Bilang sebagai salah satu elemen yang dapat mendukung upaya Mahulu memenuhi indikator Kabupaten Layak Anak.
“Dari bidang perempuan dan anak, kami juga memiliki target untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Tentunya, keberadaan playground ini akan membantu meningkatkan penilaian kita dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak,” ujarnya.
Yang menarik, fasilitas tersebut tidak lahir semata-mata dari program pemerintah daerah.
BUMK Ujoh Bilang mengambil peran dengan memfasilitasi dan membuka playground bagi masyarakat.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ruang publik tidak harus selalu bergantung pada pemerintah.
Badan usaha di tingkat kampung pun dapat mengambil bagian dalam menghadirkan fasilitas yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap model serupa dapat ditiru oleh BUMK di kecamatan lain.
“Terima kasih kepada BUMK Ujoh Bilang yang sudah memfasilitasi dan membuka playground ini. Saya sangat mengapresiasi niat baik tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan playground dapat menjadi contoh konkret bagaimana BUMK tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam pembangunan sosial.
Pemerintah Kabupaten Mahulu, akan mendorong kecamatan lain untuk mengembangkan fasilitas serupa sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, playground Ujoh Bilang bukan hanya tentang permainan anak-anak. Ia menjadi gambaran kecil tentang bagaimana pembangunan dapat dimulai dari ruang yang sederhana, sebuah tempat di mana anak-anak bisa bermain dengan aman, orang tua merasa nyaman, dan masyarakat ikut mengambil bagian.
“Dengan adanya BUMK, saya rasa playground seperti ini bisa menjadi contoh bahwa BUMK lainnya juga dapat mengembangkan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. (*)








