MAHAKAM ULU, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, memperkuat penerapan sistem merit melalui Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Upaya tersebut dibahas dalam Ekspose Manajemen Talenta bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diikuti Bupati Mahulu Angela Idang Belawan melalui perwakilan Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu Dr. Stephanus Madang di Kantor BKN, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Dr. Herman dan dihadiri Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen ASN BKN Jumiati, Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN BKN Dr. Samsul Hidayat, Kepala Biro Keuangan BKN Arif Prasetyo Yuwono, serta Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru Bajoe Loedi Hargono.

Turut hadir Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Mahulu Kristina Tening, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mahulu Nobertus Ngande beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan Bupati Mahulu yang menekankan pentingnya Manajemen Talenta sebagai bagian dari reformasi pengelolaan ASN.

Menurutnya, penerapan Manajemen Talenta menjadi langkah strategis untuk memastikan aparatur ditempatkan berdasarkan kompetensi dan potensi yang dimiliki.

“Manajemen Talenta merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola Aparatur Sipil Negara yang profesional, berbasis sistem merit, serta mampu menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan potensi terbaik yang dimiliki,” katanya dalam sambutannya yang dibacakannya.

Pemkab Mahulu juga menyampaikan apresiasi kepada BKN atas pendampingan dan arahan yang diberikan dalam proses penerapan Manajemen Talenta di daerah.

Menurutnya, dukungan BKN menjadi bagian penting bagi Pemkab Mahulu untuk terus menyempurnakan implementasi sistem merit.

Salah satu perhatian utama adalah kualitas data ASN. Data yang lengkap, akurat, dan terkini diperlukan agar proses pemetaan potensi serta pengembangan karier ASN dapat dilakukan secara lebih tepat.

“Ke depan, kami akan memberikan instruksi untuk melakukan pembenahan agar data ASN semakin lengkap, akurat, dan ter-update,” ujarnya.

Pembenahan tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi penerapan Manajemen Talenta sekaligus memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan kompetensi dan potensi aparatur.

Ia mengatakan, hasil Ekspose Manajemen Talenta bersama BKN akan menjadi bahan bagi Pemkab Mahulu untuk melakukan penyempurnaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Implementasi Manajemen Talenta diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif, tetapi mampu memberikan dampak terhadap kualitas pengelolaan ASN dan pelayanan publik.

“Lewat kegiatan ini, Pemkab Mahulu berharap implementasi Manajemen Talenta dapat terus disempurnakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga mampu memperkuat penerapan sistem merit, mengoptimalkan potensi ASN, serta mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN, Dr. Herman, mengatakan data ASN menjadi fondasi untuk memetakan kompetensi, potensi, serta kebutuhan pengembangan karier setiap aparatur.

“Keberhasilan implementasi Manajemen Talenta sangat ditentukan oleh kualitas data ASN,” ucapnya.

Ia mengingatkan Pemkab Mahulu agar memastikan seluruh data ASN masuk dalam sistem dan dapat digunakan sebagai dasar penerapan Manajemen Talenta.

Menurutnya, kelengkapan data penting agar proses pemetaan talenta tidak hanya berfokus pada sebagian pegawai, sementara ASN lainnya belum tercatat atau belum teridentifikasi potensinya.

“Data setiap ASN harus dipastikan lengkap, akurat, dan mutakhir sehingga tidak ada satu pun pegawai yang tertinggal ataupun belum terpetakan dalam sistem Manajemen Talenta,” tuturnya.

Dengan data yang terintegrasi dan diperbarui secara berkala, pemerintah daerah dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai profil sumber daya manusia yang dimiliki.

Ia menilai kualitas data bukan sekadar persoalan administrasi kepegawaian.

Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan dan pengelolaan ASN berdasarkan prinsip sistem merit.

Karena itu, pembenahan data perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar Manajemen Talenta dapat diterapkan secara objektif.

“Data ASN harus menjadi dasar yang kuat dalam pemetaan dan pengembangan talenta, sehingga setiap pegawai dapat dikelola sesuai kompetensi dan potensinya,” imbuhnya.

Masukan tersebut menjadi perhatian Pemkab Mahulu dalam upaya menyempurnakan penerapan Manajemen Talenta.

Pemerintah daerah sebelumnya juga menyatakan akan melakukan pembenahan agar data ASN semakin lengkap, akurat, dan mutakhir.

Dengan perbaikan tersebut, penerapan Manajemen Talenta diharapkan dapat memperkuat sistem merit sekaligus menghasilkan birokrasi Mahulu yang lebih profesional, adaptif, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60